posted by admin on October 6, 2017   Download Artikel(nopdf.pdf)

Berbagai strategi penyelamatan flora di luar habitat alaminya telah banyak dilakukan di Indonesia diantaranya dengan pembangunan kebun raya-kebun raya baru di hampir setiap provinsi di Indonesia. Namun demikian, keterbatasan lahan Kebun Raya untuk menampung kekayaan flora Indonesia perlu didukung dengan teknologi bank biji. Hal itu diungkapkan Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati (IPH) LIPI, Prof. Dr. Enny Sudarmonowati saat membuka acara Regional Seed Conservation Techniques Course di Kebun Raya Cibodas-LIPI, Selasa (25/4).

Pelatihan pengelolaan Bank Biji bertaraf Internasional ini digelar selama empat hari, 25-29 April 2017, dan diikuti oleh para peneliti dan teknisi LIPI, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Pusat Penelitian Keanekaragaman Hayati Universitas Papua, National Herbarium Pakistan dan National Agricultural Research Center Pakistan.

Dalam pelatihan ini, peserta mendapatkan materi tentang teknik pengkoleksian biji, metode analisis populasi untuk koleksi biji, preparasi herbarium untuk identifikasi jenis tumbuhan dari koleksi biji, teknik pengujian kualitas biji, teknik prosesing biji, pengeringan dan penyimpanan, pengelolaan pangkalan data, standar konservasi biji dan pengelolaan koleksi biji di bank biji.

Seperti diketahui, sebelumnya telah dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman pada tanggal 14 Desember 2016 lalu, mengenai pengembangan bank biji antara Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya LIPI, Pusat Penelitian Biologi LIPI dan Millenium Seed Bank Royal Botanic Gardens Kew, Inggris, sebagai bentuk komitmen LIPI untuk mewujudkan bank biji – bank biji yang berkelas dunia.

Menanggapi hal tersebut, Dr.Kate Hardwick, Koordinator Partnership (Kerjasama) Millenium Seed Bank Inggris untuk Kawasan Asia, merasa optimis, persahabatan Indonesia-Inggris melalui kerjasama dengan LIPI akan mewujudkan bank biji – bank biji di Indonesia mulai dari kawasan Barat hingga Timur Indonesia, dan diharapkan terus berkembang tidak hanya sebatas peningkatan kapasitas sumber daya manusia, tetapi lebih menuju kepada jejaring kerjasama penelitian yang lebih inovatif dalam ruang lingkup internasional.

Salah satu alasan dipilihnya teknologi Bank biji sebagai solusi alternatif penyelamatan flora Indonesia adalah karena ukuran biji yang relatif lebih kecil, sehingga melalui bank biji inilah kekayaan flora Indonesia dapat ditampung seluas-luasnya, dengan harapan dari sebutir biji yang ditampung kelak dapat tumbuh pepohonan hijau. (Dian Latifah/KRB)